Pentingnya “Riyadhah” (Latihan) Jiwa di Era Digital

Kita di pesantren mengajarkan Riyadhah —menahan nafsu, bangun malam, dan membatasi keinginan. Tragedi ini menjadi pengingat bagi kita semua bahwa teknologi tanpa kendali spiritual adalah belati yang siap melukai siapa saja.

  • Logika Santri: HP adalah alat, bukan Tuhan. Jika alat sudah mengatur pemiliknya, maka terjadilah kerusakan ( fasad ).

  • Solusi Ihya: Al-Ghazali menyarankan Mujahadah (bersungguh-sungguh) melawan hawa nafsu. Orang tua bukan musuh di dalam level permainan, tapi “pintu surga” yang harus dijaga kehormatannya.


Renungan Akhir: Kejadian viral ini bukan sekedar kriminal, tapi sebuah “tamparan” bagi kita para pencari ilmu. Bahwa kecerdasan otak bermain game atau menguasai teknologi tidak ada gunanya jika hati kosong dari Adab . Sebab, Al-Ghazali berpesan: “Ilmu tanpa amal adalah gila, dan amal tanpa ilmu (adab) adalah kesia-siaan.”

Semoga kita dijauhkan dari fitnah akhir zaman dan selalu diberi kekuatan untuk memuliakan kedua orang tua. Wallahu a’lam bisshowab.